Business Challenge Kampus Bisnis Umar Usman

Business Challenge 2026 Tegaskan Diferensiasi Kampus Umar Usman sebagai Kampus Entrepreneur Berbasis Praktik

Cikarang–Bandung, 9–11 Februari 2026 — Di tengah meningkatnya kebutuhan akan wirausaha muda yang tangguh dan adaptif, Kampus Bisnis Umar Usman menghadirkan pendekatan pendidikan yang berbeda. Melalui program Business Challenge 2026 bertema “Mencari Harta Karun Makna di Tanah Pasundan,” sebanyak 43 mahasiswa Batch 13 diuji langsung dalam simulasi bisnis nyata lintas kota tanpa persiapan teknis sebelumnya.

Kampus Bisnis Umar Usman merupakan institusi pendidikan berbasis kewirausahaan yang berkomitmen mencetak generasi muslimpreneur berkarakter, berintegritas, dan berdampak. Kampus ini merupakan program pendidikan dari GREAT Edunesia Dompet Dhuafa, yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul melalui jalur kewirausahaan.

Program Business Challenge ini bukan sekadar kegiatan lapangan untuk One Year Program (Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha) di Kampus Umar Usman, melainkan eksperimen pendidikan berbasis experiential learning yang menempatkan mahasiswa dalam situasi riil: keterbatasan sumber daya, tekanan waktu, ketidakpastian, hingga kewajiban menghasilkan profit untuk bertahan.

Business Challenge Kampus Bisnis Umar Usman

Business Challenge Kampus Bisnis Umar Usman Tantangan pertama dimulai di Stasiun Cikarang, di mana mahasiswa harus mengumpulkan modal untuk membeli tiket keberangkatan dan kebutuhan makan selama di Bandung. Mereka menawarkan jasa maupun produk secara langsung kepada masyarakat sekitar.

 

Dalam situasi tersebut, mahasiswa belajar menghadapi penolakan, membangun komunikasi persuasif, menyusun strategi cepat, serta mengelola emosi dalam tekanan. Tidak ada dana awal dari kampus — hanya kemampuan berpikir, keberanian, dan kerja sama tim.

Lily Zulaeha - Business Challenge Kampus Bisnis Umar UsmanMenurut Ibu Lily Zulaeha, Pimpinan Kampus Bisnis Umar Usman, pendekatan ini sengaja dirancang untuk menjawab tantangan nyata dunia usaha saat ini.

“Kami melihat banyak lulusan yang kuat di teori, tetapi belum tentu siap menghadapi realitas bisnis. Business Challenge dirancang agar mahasiswa terbiasa mengambil keputusan dalam ketidakpastian, membaca peluang dalam keterbatasan, dan tetap menjunjung integritas dalam setiap transaksi,” ujar Lily Zulaeha.

Setibanya di Bandung, Mahasiswa juga diberikan insight langsung dari n sejumlah tokoh praktisi dan alumni Kampus Bisnis Umar Usman dalam sesi Interactive Talkshow Panel bertema “Realita Bisnis & Realitas Diri: Keputusan Sulit di Balik Layar.”

Talkshow tersebut menghadirkan:

  • Kukuh Indra Prasena (Direktur Utama Tata Insan & Mentor YEA Indonesia)

  • Aji Wanda (CEO Hijacket – Alumni Batch 1)

  • Faryd Kurniawan (Founder Debunzi Risol – Alumni Batch 5)

Dalam sesi tersebut, para narasumber membagikan pengalaman serta perspektif mereka terkait tantangan nyata dalam membangun usaha, mulai dari menghadapi kegagalan, pengambilan keputusan strategis, hingga menjaga ketahanan mental dalam menjalankan bisnis jangka panjang.

Umar Usman Menyapa -Business Challenge Kampus Bisnis Umar Usman

Mahasiswa melanjutkan misi dengan melakukan riset pasar melalui program “Umar Usman Menyapa.” Mereka mengunjungi sejumlah pelaku UMKM di kawasan strategis seperti Jalan Dago, Jalan R.E. Martadinata, hingga Hutan Kota Babakan.

Di tahap ini, mahasiswa melakukan wawancara langsung, menggali insight pasar, menganalisis model bisnis, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Aktivitas ini sekaligus menjadi sarana penguatan ekosistem kewirausahaan antara mahasiswa dan UMKM lokal.

Selanjutnya, melalui sesi “Meet The Owner,” mahasiswa berdialog langsung dengan pemilik usaha untuk memahami praktik bisnis berkelanjutan dari sisi operasional, pemasaran, keuangan, hingga riset dan pengembangan produk. Pembelajaran tidak lagi bersifat simulatif, tetapi berbasis pengalaman nyata para pelaku usaha.

Program ini menjadi relevan di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan wirausaha nasional. Indonesia masih membutuhkan peningkatan rasio kewirausahaan untuk memperkuat daya saing ekonomi. Kampus Bisnis Umar Usman memposisikan diri sebagai bagian dari solusi melalui pendidikan yang menekankan praktik, karakter, dan spiritualitas.

“Kami ingin melahirkan muslimpreneur yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memiliki daya tahan, kejujuran, dan visi keberlanjutan. Bisnis bukan sekadar transaksi, tetapi tentang kontribusi dan dampak,” tambah Lily.

Tantangan kembali diperketat pada tahap “Go Back To Campus.” Mahasiswa diwajibkan mengumpulkan profit sesuai target guna membiayai perjalanan pulang. Mereka harus menyusun strategi kolaboratif, membagi peran, serta mengambil keputusan cepat dalam kondisi terbatas.

Menurut Salma Karima, Supervisor Akademik Kampus Bisnis Umar Usman, program ini dirancang bukan hanya sebagai evaluasi akademik, tetapi sebagai proses pembentukan karakter menyeluruh.

“Kami berharap City Challenge menjadi titik balik yang membuat mahasiswa jauh lebih siap menghadapi berbagai skenario hidup hingga ‘hutan rimba’ dunia bisnis. Outputnya bukan sekadar nilai akademis, melainkan lahirnya pribadi yang humble, tangguh, dan mandiri. Seorang Muslimpreneur yang tidak mudah menyerah oleh keadaan, dan memegang teguh nilai-nilai kebaikan dalam kondisi apa pun,” jelas Salma.

Business Challenge 2026 memperkuat positioning Kampus Bisnis Umar Usman sebagai institusi pendidikan kewirausahaan berbasis praktik nyata dan pembentukan karakter.

One year program - Business Challenge Kampus Bisnis Umar Usman Di tengah perubahan lanskap ekonomi yang cepat dan kompetitif, pendekatan pendidikan berbasis tantangan nyata dinilai menjadi salah satu metode efektif dalam menyiapkan generasi muda menghadapi dunia usaha.

Melalui program ini, Kampus Bisnis Umar Usman menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang memahami teori bisnis, tetapi juga siap bertahan, beradaptasi, dan menciptakan peluang di kondisi apa pun.

“Harta karun yang sesungguhnya bukan hanya profit, tetapi mentalitas dan karakter yang terbentuk. Itu yang akan mereka bawa sepanjang perjalanan bisnis mereka,” tutup Lily Zulaeha.

Teks dan Foto: Assiva, Hamdan & Fikri
Penyunting: Hamdan Ngabei

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp

News

Related News

Cikarang–Bandung, 9–11 Februari 2026 — Di tengah meningkatnya kebutuhan…
Masa-masa menjelang kelulusan adalah periode yang penuh semangat sekaligus…
Apakah Anda sedang mencari tempat terbaik untuk menyalurkan potensi…
Kampus Bisnis Umar Usman melalui program Damping menggelar Workshop Keuangan UMKM “CUAN” (Cara Urus…
Cikarang–Bandung, 9–11 Februari 2026 — Di tengah meningkatnya kebutuhan akan wirausaha muda yang tangguh…
Alumni Kampus Bisnis Umar Usman Jadi Pembicara di Pesta Wirausaha Tangerang Raya TDA 2026…