(021) 7568 1080

Kampus Bisnis Umar Usman Dorong Penguatan Ekosistem UMKM dan Kewirausahaan di Banyuwangi dan Situbondo

Banyuwangi & Situbondo, September 2026, Mengembangkan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan. Pelaku usaha juga membutuhkan akses, jejaring, pendampingan, pasar, serta lingkungan yang dapat mendukung mereka untuk terus bertumbuh.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Kampus Bisnis Umar Usman (KBUU) melakukan rangkaian audiensi dan penjajakan kolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan di Banyuwangi dan Situbondo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KBUU memperkuat pelaksanaan program inkubasi UMKM sekaligus membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih berkelanjutan di daerah.

Selama dua hari, tim KBUU bertemu dengan unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga sosial, hingga pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan UMKM. Selain memahami kondisi dan kebutuhan pelaku usaha di masing-masing daerah, pertemuan tersebut juga membuka ruang untuk melihat potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.

Melihat Lebih Dekat Potensi UMKM Banyuwangi

Rangkaian audiensi dimulai di Banyuwangi. Tim KBUU berdiskusi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyuwangi, yang diterima oleh Sri Lestari, Kabid Usaha Mikro. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi UMKM di Banyuwangi, mulai dari potensi yang dapat dikembangkan hingga berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha. Pembahasan juga mengarah pada pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas UMKM. Bagi KBUU, pemahaman terhadap kondisi lokal menjadi salah satu kunci agar program pendampingan yang diberikan tidak bersifat seragam, tetapi dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pelaku usaha di daerah.

Dari sana, audiensi berlanjut ke Rumah Kemasan UMKM Banyuwangi. Tim KBUU diterima oleh Krisman Hidayat dan mendapatkan informasi mengenai berbagai layanan yang tersedia bagi pelaku UMKM, khususnya dalam pengembangan kemasan produk. Kemasan menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing produk. Tidak hanya berkaitan dengan tampilan, kemasan juga berperan dalam membangun identitas produk dan memberikan pengalaman yang lebih baik kepada konsumen.

Keberadaan Rumah Kemasan menjadi salah satu contoh dukungan ekosistem yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya.

Menjajaki Sinergi dengan Dompet Dhuafa dan Perguruan Tinggi

Perjalanan audiensi kemudian dilanjutkan ke Dompet Dhuafa Unit Banyuwangi. Dalam pertemuan bersama Achmad Efendi, Kepala Unit Dompet Dhuafa Banyuwangi, tim KBUU berdiskusi mengenai potensi pengembangan usaha dan peluang sinergi untuk memperluas manfaat bagi pelaku UMKM.

Visit Dompet Dhuafa BanyuwangiKolaborasi dengan lembaga sosial menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha, tetapi juga pada terciptanya dampak sosial yang lebih luas.

Hari pertama kemudian ditutup dengan kunjungan ke Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi (UNTAG Banyuwangi). Pertemuan yang diterima oleh Fachrurozi selaku Himas UNTAG tersebut membahas peluang keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung keberlanjutan program inkubasi dan pendampingan UMKM.

Perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem kewirausahaan melalui pengetahuan, sumber daya manusia, jejaring, maupun keterlibatan mahasiswa dan civitas akademika.

Melanjutkan Penguatan Program PIIDaya UMKM di Situbondo

Memasuki hari kedua, tim KBUU melanjutkan perjalanan ke Situbondo. Kali ini, audiensi diarahkan pada persiapan dan penguatan pelaksanaan Program PIIDaya UMKM Situbondo.

Pertemuan pertama dilakukan bersama Disperindag Kabupaten Situbondo dan diterima oleh Moch Riza Pahlevi, Kabid Usaha Mikro Disperindag Situbondo.

Diskusi membahas kondisi UMKM di Situbondo, kebutuhan pelaku usaha, serta bentuk dukungan yang dapat diberikan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk menyelaraskan berbagai potensi yang dimiliki masing-masing pihak agar program inkubasi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang relevan bagi UMKM peserta.

Setelah itu, tim KBUU melanjutkan audiensi ke Universitas Abdurahman Saleh Situbondo dan bertemu dengan Randika, Pimpinan Center of Entrepreneur (COE).

Pembahasan tidak hanya berfokus pada tantangan yang dihadapi UMKM, tetapi juga bagaimana program pendampingan dapat memiliki keberlanjutan setelah program utama selesai.

Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga pendamping menjadi salah satu peluang yang dapat memperkuat keberlanjutan tersebut.

Dari Program Menuju Ekosistem

Bagi KBUU, rangkaian audiensi di Banyuwangi dan Situbondo bukan sekadar agenda kunjungan. Di balik setiap pertemuan, terdapat upaya untuk memahami kebutuhan di lapangan dan menemukan pihak-pihak yang dapat berjalan bersama dalam mendukung pertumbuhan UMKM.

Program inkubasi memang dapat memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada pelaku usaha. Namun, perkembangan sebuah bisnis sering kali membutuhkan lebih dari itu.

Pelaku UMKM membutuhkan akses pasar, jejaring kemitraan, pembiayaan, legalitas, pengembangan produk, teknologi, hingga pendampingan yang dapat membantu mereka menghadapi berbagai tantangan ketika bisnis mulai berkembang.

Karena itu, membangun ekosistem UMKM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mendorong UMKM agar dapat naik kelas.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga sosial, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, KBUU ingin memastikan bahwa pendampingan yang dilakukan tidak berhenti ketika program selesai. Sebaliknya, para pelaku usaha diharapkan tetap memiliki akses terhadap sumber daya dan jejaring yang dapat membantu mereka melanjutkan perjalanan bisnisnya.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen KBUU untuk terus menghadirkan pendekatan kewirausahaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki dampak nyata.

Dari Banyuwangi hingga Situbondo, perjalanan ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan UMKM bukan pekerjaan satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi, kepercayaan, dan kemauan untuk berjalan bersama agar semakin banyak pelaku usaha memiliki kesempatan untuk berkembang.

Kampus Bisnis Umar Usman terus berikhtiar menjadi bagian dari perjalanan tersebut—mendampingi UMKM untuk tumbuh, naik kelas, dan menghadirkan dampak bagi lingkungan di sekitarnya.

 

Foto: Andre
Penyunting: Rendy

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp

News

Related News

Banyuwangi & Situbondo, September 2026, Mengembangkan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan. Pelaku usaha juga membutuhkan akses, jejaring, pendampingan,

Situbondo, 2 September 2026, Upaya mendorong pelaku UMKM agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan usahanya terus dilakukan melalui kolaborasi lintas

SUKABUMI — Perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, ia tumbuh dari sebuah ruang belajar yang dibangun bersama,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situbondo, 2 September 2026 — Upaya memperluas kolaborasi di bidang pendidikan dan kewirausahaan menjadi bagian dari perjalanan Kampus Bisnis Umar Usman (KBUU) dalam mendorong pertumbuhan

Banyuwangi & Situbondo, September 2026, Mengembangkan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan. Pelaku usaha juga membutuhkan akses, jejaring, pendampingan, pasar, serta lingkungan yang dapat

Situbondo, 2 September 2026, Upaya mendorong pelaku UMKM agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan usahanya terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui