(021) 7568 1080

LENTERA INSPIRASI: Mulai Dulu, Cuan Kemudian dari Pringsewu, Lampung

Pada Senin, 27 April 2026, suasana PRINCHSTO Pringsewu dipenuhi antusiasme para peserta dalam acara “Lentera Inspirasi: Strategi Bangun Bisnis & Digital Marketing dari Nol”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kampus Bisnis Umar Usman bersama IIBF (Islamic Indonesia Business Forum) dan Motiva Academy, serta didukung oleh Great Edunesia dan Program Damping UMKM berkolaborasi dengan Danone Indonesia. Acara ini menjadi ruang belajar sekaligus inspirasi bagi generasi muda yang ingin mulai berbisnis di era digital.

Acara dibuka dengan rangkaian sambutan dari para tokoh. Bapak Sujarwo selaku Ketua IIBF menyampaikan pentingnya membangun mindset wirausaha sejak dini dan berani mengambil peluang di dunia digital. Dilanjutkan oleh Lily Zulaeha, S.P., M.P selaku Direktur Kampus Bisnis Umar Usman yang menekankan bahwa langkah pertama adalah keberanian untuk memulai, karena kesuksesan tidak datang tanpa aksi. Kemudian, Ibu Hj. Rahayu Pamungkas selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Pringsewu mengingatkan pentingnya kreativitas dalam mengembangkan produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Rangkaian sambutan ditutup oleh Ibu Siti Litawati, S.P, sebagai perwakilan Bupati Pringsewu yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya nyata mendorong lahirnya wirausaha baru di daerah.

Memasuki sesi inti, para narasumber membagikan insight yang relevan dengan tema besar “Mulai Dulu, Cuan Kemudian”. Cak Moko, Alumni Umar Usman sekaligus Owner Mozaqu dan Praktisi Digital Marketing, mengajak peserta untuk tidak menunggu sempurna dalam memulai bisnis. Melalui pemanfaatan AI, peserta bahkan bisa mengubah foto produk sederhana menjadi visual yang menarik untuk promosi. Ia juga menekankan bahwa “tempat ramai” untuk berjualan saat ini adalah media sosial, siapa pun bisa mulai dari sana.

Wawan Kurniawan, Alumni Umar Usman sekaligus Owner Telemung Indonesia, melanjutkan dengan sudut pandang mindset. Menurutnya, agar proses “mulai dulu” tidak berhenti di tengah jalan, seseorang harus memiliki tujuan yang jelas dan spesifik. Tujuan inilah yang akan menjaga konsistensi dan semangat dalam menjalankan bisnis.

Sementara itu, Haryo Suryo Kusumo, Alumni Umar Usman membahas bagaimana bisnis yang sudah berjalan bisa terus berkembang dan menghasilkan. Ia menekankan pentingnya mengelola karyawan dengan baik, salah satunya melalui sistem gaji pokok dan bonus agar karyawan tetap termotivasi dan merasa memiliki tujuan dalam bekerja.

Sepanjang acara, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga pengalaman praktik, networking, serta insight yang aplikatif untuk langsung diterapkan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa memulai bisnis tidak harus menunggu sempurna, yang terpenting adalah berani mulai, konsisten, dan terus berkembang hingga menghasilkan.

Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para peserta untuk membangun bisnis mereka sendiri, sesuai dengan semangat: mulai dulu, cuan kemudian.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp

News

Related News

Bisnis dapat menghasilkan keuntungan. Tetapi bagi seorang Muslimpreneur, bisnis juga dapat menjadi jalan untuk menghadirkan kebermanfaatan. Inilah salah satu cerita

Kami meyakini bahwa pendidikan bisnis tidak berhenti di ruang kelas, dampaknya dapat terlihat dari bagaimana alumni bertahan, bertumbuh, dan menciptakan

Pada Senin, 27 April 2026, suasana PRINCHSTO Pringsewu dipenuhi antusiasme para peserta dalam acara “Lentera Inspirasi: Strategi Bangun Bisnis &

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kota Bogor, 14 September 2026 — Kampus Bisnis Umar Usman (KBUU) melalui Program Damping UMKM bersama CSR Danone Indonesia melakukan audiensi dengan Wali Kota Bogor

Situbondo, 2 September 2026 — Upaya memperluas kolaborasi di bidang pendidikan dan kewirausahaan menjadi bagian dari perjalanan Kampus Bisnis Umar Usman (KBUU) dalam mendorong pertumbuhan

Banyuwangi & Situbondo, September 2026, Mengembangkan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan. Pelaku usaha juga membutuhkan akses, jejaring, pendampingan, pasar, serta lingkungan yang dapat