Bootcamp STARPRENEURS Business Competition 2026: Temukan Calon Pengusaha Muslim Berkarakter dan Berkomitmen untuk Bertumbuh
Tangerang Selatan – Bogor, 26–28 Juni 2026 – Rangkaian STARPRENEURS Business Competition 2026 resmi memasuki tahapan puncak melalui penyelenggaraan Bootcamp STARPRENEURS 2026, sebuah proses seleksi akhir yang dirancang untuk menemukan calon penerima Beasiswa STARPRENEURS yang tidak hanya memiliki potensi bisnis, tetapi juga karakter kepemimpinan, mental juang, serta komitmen untuk terus bertumbuh sebagai entrepreneur Muslim.
Bootcamp yang berlangsung selama tiga hari ini diselenggarakan secara luring di Kampus Bisnis Umar Usman, Tangerang Selatan, dan Pesantren PKH, Bogor. Mengusung tema “Journey to Become a STARPRENEURS”, kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang mensimulasikan perjalanan nyata seorang entrepreneur, mulai dari menghadapi tantangan, mengambil keputusan, bekerja dalam tim, hingga bertahan dalam tekanan dan terus berkembang.

Program ini merupakan bagian akhir dari rangkaian STARPRENEURS Business Competition 2026, yaitu proses seleksi penerima beasiswa Kampus Bisnis Umar Usman. Program beasiswa ini merupakan salah satu inisiatif unggulan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa yang berfokus pada pengembangan kapasitas kewirausahaan melalui pendidikan, pendampingan, dan pembinaan bisnis bagi generasi muda Indonesia.
Dari 136 pendaftar yang mengikuti proses seleksi sejak tahap awal, sebanyak 49 finalis berhasil lolos dan mengikuti Bootcamp STARPRENEURS 2026. Selama tiga hari, mereka melewati berbagai aktivitas yang dirancang untuk menguji kapasitas berpikir, karakter, kepemimpinan, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, hingga komitmen dalam menghadapi dinamika dunia usaha.
Hari Pertama: Mengasah Mindset, Keberanian, dan Jiwa Survival Entrepreneur
Hari pertama difokuskan pada pembentukan pola pikir serta kemampuan bertahan sebagai seorang entrepreneur. Peserta diajak memahami bahwa membangun bisnis tidak hanya membutuhkan ide yang baik, tetapi juga kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Seminar Mindset Bisnis yang diselenggarakan bersama Kumadaya dengan menghadirkan Babe Azdin, Direktur UMKM Tangerang Raya. Dalam sesi ini, peserta diajak mengenali potensi diri dan mengevaluasi bisnis yang sedang atau akan mereka jalankan. Setelah itu, peserta mengikuti sesi konsultasi bisnis bersama tim Utaraya untuk memperoleh masukan secara langsung terhadap model bisnis yang mereka miliki.
Wawasan peserta kemudian diperluas melalui seminar inspiratif bertajuk “Marketing Hacks for Business Owner: Strategi Biar Bisnis Kamu Dilirik” yang disampaikan oleh Deryansha Azhary, Founder Kasisolusi sekaligus Wakil Ketua Bakominfo DPP Gekrafs. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh perspektif mengenai strategi pemasaran, pentingnya pola pikir adaptif, serta bagaimana membangun bisnis yang memberikan nilai tanpa harus mengejar popularitas.
Tidak berhenti pada teori, peserta juga mengikuti tantangan Selling Skill Challenge yang menguji kemampuan komunikasi, keberanian menawarkan produk, serta daya juang dalam menghadapi kondisi nyata di lapangan. Hari pertama ditutup dengan sesi refleksi bersama Coach Wusda, dosen Kampus Bisnis Umar Usman, untuk mengevaluasi pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh sepanjang hari.
Hari Kedua: Menguji Karakter, Kepemimpinan, dan Komitmen
Memasuki hari kedua, fokus kegiatan bergeser pada aspek karakter dan kepemimpinan. Berbagai aktivitas dirancang untuk melihat bagaimana peserta berkolaborasi, mengambil keputusan, serta menunjukkan integritas ketika menghadapi tantangan bersama tim.

Melalui Fun Games Activity, panitia mengamati kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, serta kerja sama setiap peserta dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan.
Selanjutnya, setiap peserta mengikuti Deep Interview, yaitu sesi wawancara mendalam bersama tim internal Kampus Bisnis Umar Usman. Tahapan ini bertujuan menggali lebih jauh motivasi, visi hidup, komitmen, serta kesiapan peserta untuk mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan bisnis selama menerima beasiswa.
Pada malam harinya, suasana bootcamp berubah menjadi lebih hangat melalui kegiatan Pentas Seni. Tidak sekadar menjadi hiburan, kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas, membangun kebersamaan, serta mempererat hubungan antarsesama finalis.
Hari Ketiga: Refleksi Perjalanan dan Merayakan Pertumbuhan
Hari terakhir menjadi momentum refleksi atas seluruh proses yang telah dijalani peserta selama mengikuti Bootcamp STARPRENEURS 2026. Melalui sesi refleksi bersama, peserta diajak melihat kembali perjalanan, tantangan, serta pembelajaran yang mereka peroleh selama tiga hari.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Entrepreneur Games yang bertujuan memperkuat semangat kolaborasi, kebersamaan, dan energi positif sebelum seluruh rangkaian kegiatan ditutup.
Puncak acara ditandai dengan Awarding Ceremony sekaligus pengumuman hasil akhir Seleksi Beasiswa Starpreneurs 2026. Pada kesempatan tersebut diumumkan bahwa sebanyak 27 peserta berhasil memperoleh beasiswa dari Dompet Dhuafa melalui dua program pendidikan di Kampus Bisnis Umar Usman, yaitu:

- 20 penerima Beasiswa One Year Program, program pendidikan intensif selama satu tahun yang mengintegrasikan pembelajaran bisnis, praktik usaha, dan pembinaan karakter.
- 7 penerima Beasiswa Scale Up Academy, program yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis yang telah berjalan agar mampu bertumbuh secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Keberhasilan para penerima beasiswa menjadi penutup dari perjalanan panjang seleksi yang telah dimulai sejak tahap pendaftaran hingga bootcamp. Lebih dari sekadar memilih peserta terbaik, STARPRENEURS Business Competition 2026 menjadi ruang pembelajaran yang membentuk pola pikir, karakter, serta mental seorang entrepreneur.

Melalui penyelenggaraan STARPRENEURS Business Competition, Kampus Bisnis Umar Usman bersama GREAT Edunesia Dompet Dhuafa terus berkomitmen menghadirkan ekosistem pendidikan kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan bisnis yang sukses, tetapi juga melahirkan entrepreneur Muslim yang berintegritas, adaptif, memiliki kepedulian sosial, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi Indonesia.
Foto: Assiva
Penyunting: Hamdan