(021) 7568 1080

How to Build a Branding : Solusi mudah membangun branding

Hari ini mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman belajar bersama Brand Adventure Indonesia membahas tentang bagaimana Berfikir Branding “Seni Membangun Usaha yang Berkelanjutan”.

Setiap tahun lebih dari 40.000 brand baru lahir di Indonesia. Kesempatan terbuka luas, demikian juga kompetisi. Bisnis yang tidak memahami perubahan zaman dan menyerap pemikiran baru akan cendrung sulit untuk bertahan. Banyak orang mau jadi pengusaha hanya untuk ikut-ikutan. Padahal setidaknya kita harus memahami 5 point berikut ini.


5 step to become value creator :
1. Find your talent
Talent adalah apa yg kita punya/jago,
Passion apa yg kita suka
2. Find your partner
3. Find your problem and solution
4. Create solution
5. Desain dan implement business modal

Fase-fase dalam membangun brand :
1. Fondasi
2. Komunikasi
3. Spesifik

Ketika kita masuk dalam sebuah bisnis/brand maka spesifikasikan pasarnya, bukan brandnya. Jangan memperluas pasar terlebih dahulu, namun persempit pasarnya

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp

News

Related News

Kota Bogor, 14 September 2026 — Kampus Bisnis Umar Usman (KBUU) melalui Program Damping UMKM bersama CSR Danone Indonesia melakukan

Situbondo, 2 September 2026 — Upaya memperluas kolaborasi di bidang pendidikan dan kewirausahaan menjadi bagian dari perjalanan Kampus Bisnis Umar

Banyuwangi & Situbondo, September 2026, Mengembangkan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan. Pelaku usaha juga membutuhkan akses, jejaring, pendampingan,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kota Bogor, 14 September 2026 — Kampus Bisnis Umar Usman (KBUU) melalui Program Damping UMKM bersama CSR Danone Indonesia melakukan audiensi dengan Wali Kota Bogor

Situbondo, 2 September 2026 — Upaya memperluas kolaborasi di bidang pendidikan dan kewirausahaan menjadi bagian dari perjalanan Kampus Bisnis Umar Usman (KBUU) dalam mendorong pertumbuhan

Banyuwangi & Situbondo, September 2026, Mengembangkan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan. Pelaku usaha juga membutuhkan akses, jejaring, pendampingan, pasar, serta lingkungan yang dapat